Mitos Salah Seputar ASI

Share:

Mitos Salah Seputar ASITiap-tiap ibu merasa sudah tahu bahwa asi merupakan pilihan terbaik untuk anaknya. Tetapi pada sebagian kondisi, asi seorang ibu tidak bisa keluar serta seringkali ini menyebabkan mitos-mitos yang tidak benar perihal asi.

Ahli laktasi indonesia, dr utami roesli spa, mba, ibclc menjelaskan bahwa penduduk kerap remehkan pentingnya pemberian asi apalagi meyakini mitos-mitos perihal asi yang sekalipun tidak benar.

Asal tahu saja, tiap-tiap 6 menit 1 bayi di indonesia meninggal dunia, tutur utami pada acara lokakarya yang digelar badan pbb untuk anak unicef di hotel novotel bogor.

Menurut utami, perihal tersebut sesungguhnya bisa dicegah melewati pemberian asi terlebih sesaat sesudah melahirkan. Beberapa peneliti inggris mendapatkan bahwa pemberian asi sesudah melahirkan bisa turunkan sampai 22% kematian bayi baru lahir, tuturnya.

Asumsi Penduduk yang Salah Perihal Pemakaian ASI, Salah Satunya :

1. Stres mengakibatkan asi kering
memanglah benar bahwa stres bisa mengakibatkan terhentinya aliran asi, tetapi utami menegaskan bahwa perihal tersebut cuma berbentuk sesaat. Banyak ibu-ibu yang mengaku tidak dapat berikan asi dikarenakan stres atau emosinya tengah bergejolak, terlebih mereka yang alami bencana.

Walau sebenarnya bila seorang ibu tidak dapat mengeluarkan asi, perihal yang justru mesti dikerjakan ibu yaitu terus menyusu. Saat seorang anak menyusu pada ibunya, aliran darah ibu dapat lancar serta hormon anti stres ( oxcytoxin ) dapat dikeluarkan hingga bisa meredakan ketegangan serta stres ibu yang selanjutnya mendorong produksi asi jalan normal kembali.

2. Puting susu masuk ke didalam tidak dapat menyusui
siapa katakan ibu yang puting susunya masuk tidak dapat menyusui ? Asumsi ini betul-betul mesti dihilangkan. Penduduk terlebih beberapa ibu mesti tahu bahwa anak menyusui bukan hanya pada putingnya, namun pada payudara si ibu. Masalah puting susu hanya masalah percaya diri saja, ucap utami.

Puting susu cuma sesuatu marker saja yang terdapat pada payudara ibu. Masalahnya, penduduk menduga bahwa asi dikeluarkan dengan langkah disedot dari puting. Yang sesungguhnya berlangsung yaitu, asi keluar dengan langkah diperah, bukan hanya pada putingnya namun pada area yang berwarna hitam, tutur utami.

3. Ibu dengan gizi kurang tidak dapat menyusui
mitos ini tidak seutuhnya benar. Cuma ibu dengan situasi gizi yang amat jelek yang tidak bisa menghasilkan asi cukup. Tetapi pada ibu yang memanglah tidak terlampau sehat, makin kerap disusukan produksi asi justru dapat makin baik.

Isapan bayi justru bisa merangsang saraf otak untuk terus menghasilkan hormon yang bertugas mengeluarkan asi, tutur utami. Tetapi ibu menyusui mesti terus memperoleh makanan tambahan juga supaya bisa menyusui dengan baik.

4. Apabila menyusui terhenti tidak bisa menyusui kembali
janganlah salah, menyusui kembali sesudah terhenti sesaat bisa dikerjakan. Tehnik yang dikerjakan dimaksud dengan tehnik relaktasi. Asi yang telah lama tidak diproduksi bisa dirangsang kembali walau telah lama tidak menyusui.

Asi tak lagi dulu basi, bila tidak dikeluarkan maka tubuh dapat menyerapnya kembali, serta saat diperlukan maka dapat keluar lagi, tutur utami. Tehnik relaktasi ini dapat menolong beberapa ibu supaya bisa menyusui kembali gunakan modifikasi alat bantu menyusui, jelas utami.

5. Ibu yang tengah sakit bisa menularkan sakitnya melewati asi
janganlah dulu mempunyai asumsi seperti ini, jika anda yang mempunyai penyakit berat seperti hiv atau hepatitis. Seorang ibu yang tengah sakit, perumpamaannya flu tak lagi menularkan sakitnya pada si anak dikarenakan didalam asi sendiri terdapat antibodi yang disebut inhibitor untuk virus atau bakteri.

6. Bayi tengah diare butuh cairan tambahan seperti air serta teh
bayi yang diare tak perlu diberi cairan lain dikarenakan asi memiliki kandungan 90 % cairan yang diperlukan untuk bayi. Pemberian cairan lain dapat beresiko dikarenakan didalam situasi darurat kerapkali terkontaminasi yang justru bisa jadi parah diarenya.

Bila telah tahu bahwa mitos-mitos itu salah, tak ada alasan lagi untuk ibu untuk tidak berikan asi dikarenakan asi yaitu hanya satu makanan terbaik, prima, bersih, safe, gratis, ada setiap waktu, serta yang sangat mutlak yakni bisa menguatkan kasih sayang ibu serta bayi.

Mitos Salah Seputar ASI | Kaumhawa | 4.5

Berita Lainnya