Hikmah & Manfaat Khitan Atau Sunat

Share:

Apa saja manfaat serta hikmah dari khitan (sunat dalam istilah Indonesia)? Berikut penjelasannya.

Hikmah Diniyah Khitan/Sunat

Seluruh perintah dalam syariat Islam, pastilah mengandung kemaslahatan bagi pelakunya. Begitu pula dengan khitan, ada hikmah yang bisa didapat dengan melaksanakannya.

1. Melaksanakan Ajaran Islam

Khitan adalah bagian dari syariat Islam yang merupakan ibadah. Dengan melaksanakannya, seseorang berarti juga melaksanakan ibadah kepada Allah. Oleh karena itu perlu dihadirkan niat dalam pelaksanaan khitan yaitu dalam rangka melaksanakan perintah Allah. Dengan demikian insya Allah akan mendapat ganjaran pahala dari Allah Ta‟ala.

2. Menjaga Kesucian

Melaksanakan khitan juga termasuk sebagai bentuk menjaga kesucian. Sebelum dikhitan, bagian kulup akan menutup kepala penis dan menyebabkan penumpukan sisa air kencing. Air kencing yang tersisa, selain najis juga bisa menyebabkan munculnya penyakit. Dengan dikhitan, kulup yang menutup kepala penis dipotong sehingga tidak akan ada air kencing lagi yang tersisa. Hal ini akan lebih menjaga kesucian dan mencegah munculnya penyakit.

Manfaat Kesehatan Khitan/Sunat

Selain manfaat diniyyah, khitan juga banyak memberikan manfaat dari sisi kesehatan. Banyak penyakit yang bisa dicegah dengan melaksanakan khitan. Khitan dapat bermanfaat dalam mencegah berbagai penyakit.

1. AIDS

Penelitian menunjukkan, laki-laki yang dikhitan memiliki risiko lebih rendah dua sampai tiga kali untuk terkena penyakit AIDS daripada laki-laki yang tidak dikhitan. Salah satu penularan virus HIV adalah melalui alat kelamin. Pada laki-laki yang dikhitan, kulit kelaminnya akan memiliki tipe sel yang lebih tahan terhadap kemampuan virus HIV untuk masuk ke dalam tubuh. Dengan demikian, kesempatan virus HIV masuk ke tubuh akan berkurang sehingga risiko terkena infeksi HIV/AIDS juga menurun.

2. Kanker Penis

Pada laki-laki yang tidak dikhitan, pada ujung penisnya akan menumpuk kotoran (smegma). Jika smegma ini tidak atau jarang dibersihkan, dapat mengiritasi jaringan sekitarnya. Iritasi yang berlangsung terus-menerus (kronis) dapat mengubah sel menjadi sel kanker yang berbahaya. Dengan dikhitan akan menurunkan risiko kanker penis pada laki-laki.

3. Kanker Prostat

Penelitian baru di Fred Hutchinson Cancer Research Center telah menemukan bahwa khitan sebelum hubungan seksual pertama seorang laki-laki dapat membantu melindungi terhadap serangan kanker prostat. Studi ini menunjukkan bahwa khitan dapat menghambat infeksi dan peradangan yang dapat menyebabkan kasus keganasan ini.

Infeksi diketahui menyebabkan kanker, dan penelitian menunjukkan bahwa infeksi menular seksual dapat berkontribusi pada perkembangan kanker prostat. Juga, infeksi menular seksual tertentu dapat dicegah dengan khitan. Oleh karena itu, maka bisa dipastikan bahwa khitan juga bisa melindungi terhadap perkembangan beberapa kasus kanker prostat.

Para peneliti menganalisis informasi dari 3.399 laki-laki (1.754 dengan kanker prostat dan 1.645 tanpa kanker). Hasilnya pria yang dikhitan sebelum hubungan seksual pertama mereka memiliki 12 persen penurunan risiko untuk mengembangkan kanker prostat kurang agresif dan 18 persen penurunan risiko untuk mengembangkan kanker prostat yang lebih agresif

4. Infeksi Saluran Kencing

Penelitian yang dilakukan Montreal Children‟s Hospital, Canada, menyatakan bahwa khitan juga bermanfaat dalam mencegah terjadinya infeksi saluran kandung kemih pada pria. Pria yang belum diambil kulup penisnya memiliki risiko tinggi mendapatkan penyakit ini. Penyebabnya berawal dari bagian kulup. Di dalam kulup memungkinkan menjadi tempat berkumpulnya bakteri.

Pria memiliki dua jenis kulup. Yaitu, kulup yang bisa ditarik sehingga kelihatan uretra atau lubang saluran kencing, dan kulup yang hanya bisa memperlihatkan sebagian uretra. Dari pengamatan peneliti, pria yang kulup penisnya memperlihatkan sebagian uretra, lebih tinggi mendapat serangan infeksi saluran kencing. Bakteri lebih mudah bersarang di kulupnya.

Dalam studi ini dilibatkan 400 anak laki-laki. Dari pengamatan terhadap mereka didapatkan bahwa risiko infeksi saluran kencing meningkat sebesar 25 persen pada anak yang belum dikhitan. Sementara itu, anak-anak yang telah dikhitan, kemungkinan terkena infeksi ini hanya sekitar lima persen.

Pria yang dikhitan terbukti lebih jarang tertular infeksi yang menular melalui hubungan seksual dibandingkan dengan yang tidak dikhitan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pria yang tidak dikhitan memiliki risiko 2,66 kali serangan infeksi yang menular melalui hubungan seksual dibandingkan pria yang tidak dikhitan. Data WHO tahun 2007 menyebutkan diperkirakan 30% laki-laki di seluruh dunia telah dikhitan. Khitan terbukti menurunkan risiko infeksi saluran kencing. Khitan juga direkomendasikan pada laki-laki sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS hingga sebesar 60%.

Manfaat bagi Pasangan

Khitan pada pria, ternyata juga bisa berdampak positif pada wanita. Sebuah penelitian dalam New England Journal of Medicine mengemukakan bahwa wanita yang pasangan seksualnya telah dikhitan memiliki risiko yang lebih rendah mengalami kanker serviks (leher rahim).

Dr. Xavier Castellsague yang memimpin penelitian itu telah memperhatikan data-data dari tujuh penelitian yang dilakukan lima negara di berbagai belahan dunia. Ternyata 20% pria yang tidak dikhitan diketahui “membawa” Human Papillomavirus (HPV), sedangkan pada pria yang dikhitan hanya berkisar 6% saja. Virus tersebut diperkirakan bertanggung jawab terhadap 99% kasus kanker serviks. Para peneliti juga memperkirakan risiko wanita untuk mengalami kanker serviks menurun hingga 58% jika pasangan seksualnya dikhitan.

Hikmah & Manfaat Khitan Atau Sunat | Kaumhawa | 4.5

Berita Lainnya