Bagaimana Proses Ketika Khitan atau Sunat

Share:

Inti dari proses khitan adalah pemotongan bagian kulit penis yang menutup glans (kepala penis). Bagian kulit tersebut disebut dengan preputium atau dalam bahasa awam disebut kulup. Namun sebelum proses pemotongan kulup tersebut, ada beberapa tahapan proses sebelumnya. Berikut akan dijelaskan tahapan-tahapan dalam proses khitan.

Proses Khitan / Sunat

1. Pembiusan

Sebelum proses khitan, tindakan yang pertama kali dilakukan adalah pembiusan. Khitan pada umumnya dilakukan dengan pembiusan lokal dengan suntik. Pada beberapa kondisi perlu dilakukan bius total, seperti pada bayi atau anak yang sangat takut. Sebelum dilakukan penyuntikan, akan diberi larutan antiseptik seperti betadine untuk membersihkan area sekitar penis. Setelah itu dilakukan pemberian obat bius dengan cara disuntik.

Bagian paling sakit dalam proses khitan adalah ketika penyuntikan obat bius ini. Dokter biasanya akan memberikan beberapa suntikan di bagian penis. Setelah diberikan obat bius, proses selanjutnya sudah tidak menimbulkan rasa nyeri. Waktu reaksi obat bius sekitar 3-5 menit. Dokter akan melakukan tes dengan menjepit bagian kulit penis untuk mengetahui reaksi dari obat bius tersebut.

gambar proses penyuntikan obat bius khitan sunat

Gambar proses penyuntikan obat bius khitan sunat

Proses ini perlu diberitahukan kepada anak yang mau khitan, bahwa akan diberikan suntik pada awal proses khitan. Terangkan juga bahwa setelah itu sudah tidak terasa sakit lagi. Hal ini perlu diterangkan agar anak tidak takut dan kaget ketika disuntik.

2. Pelepasan Perlengketan

Tahapan selanjutnya adalah pelepasan perlengketan kulit pada kepala penis. Kebanyakan pada anak terjadi perlengketan pada kulit dengan kepala penis dengan derajat yang bervariasi. Ada yang lengket sebagian, bahkan ada yang hampir lengket keseluruhan. Namun ada juga yang tidak terjadi perlengketan sama sekali.

Jika terjadi perlengketan, harus dilepaskan sebelum dilakukan pemotongan kulup penis. Ciri perlengketan sudah lepas adalah sudah terlihat batas antara mukosa dengan batang penis dan sulcus corona glandis (leher kepala penis, bagian yang berlekuk antara kepala dan batang penis).

Ada dua teknik yang biasa digunakan untuk membebaskan perlengkatan kulup dengan kepala penis. Teknik pertama adalah menggunakan kassa. Satu tangan memegang kepala penis, tangan yang satunya menarik kulup dengan kassa. Jika dengan kassa tidak bisa lepas, biasanya digunakan teknik yang kedua dengan memakai klem (penjepit). Caranya dengan menarik kulup, kemudian klem dibuka dan didorong ke arah perlengketan.

Teknik yang pertama risiko terjadinya trauma atau lecet pada kepala penis kecil, namun prosesnya lebih lama. Sedangkan keuntungan teknik yang kedua perlengketan dapat dilepaskan dengan cepat tetapi kerugiannya dapat mengakibatkan lecet di daerah kepala penis dan mukosa. Pelepasan perlengketan dengan klem harus diyakini benar bahwa ujung klem yang digunakan benar-benar tumpul.

Proses melepaskan perlengkatan sebenarnya tidak menimbulkan nyeri karena sudah dilakukan pembiusan. Namun terkadang menimbulkan sedikit rasa geli pada saat kepala penis terkena kassa atau ujung klem sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Hal ini wajar karena kepala penis masih beradaptasi dengan sentuhan.

3. Pembersihan Smegma

Setelah kulup sudah tidak mengalami perlengketan dengan kepala penis, langkah selanjutnya adalah membersihkan smegma. Smegma adalah sekret dari kelenjar yang dapat mengeras, berupa butiran-butiran putih seperti kapur/lemak yang berkumpul antara mukosa dan kepala penis, utamanya di daaerah sulcus corona glandis (leher kepala penis). Smegma yang terus menumpuk bisa menjadi sarang kuman sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran kencing. Selain itu juga bisa memicu terjadinya kanker penis yang berbahaya. Oleh karena itu pada orang yang tidak dikhitan memiliki risiko penyakit infeksi saluran kencing dan kanker penis.

Gambar smegma yang menumupuk di kepala penis

Gambar smegma yang menumupuk di kepala penis

Pada anak yang belum khitan, smegma di penis harus rajin dibersihkan. Caranya dengan menarik kulup semaksimal mungkin ke arah pangkal penis sampai terlihat kepala penis, kemudian dibersihkan dengan kassa. Namun ini hanya bisa dilakukan pada anak yang tidak mengalamai perlengketan pada kulup. Pada anak yang kulupnya lengket dengan kepala penis hal ini tidak bisa dilakukan.

4. Pemotongan Kulup Penis

Langkah ini merupakan inti dalam pelaksanaan khitan. Banyak metode yang bisa digunakan untuk memotong kulup. Bisa dengan cara konvensional menggunakan gunting atau pisau bedah, atau menggunakan alat yang lain sperti electrocauter, flahcutter, clamp, maupun laser. Penjelasan tentang masig-masing metode khitan akan dibahas pada bab selanjutnya. Pada beberapa keadaan mungkin terjadi perdarahan setelah pemotongan kulup. Jika perdarahannya cukup besar, dokter biasanya akan menghentikan perdarahan dengan melakukan ligasi (pengikatan dengan penjahitan) pada pembuluh darah yang menjadi tempat sumber perdarahan.

Gambar proses penjepitan dan pemotongan kulup penis

Gambar proses penjepitan dan pemotongan kulup penis

5. Penjahitan

Pada teknik khitan yang umum, biasanya masih dilakukan penjahitan. Panjahitan berfungsi untuk menyatukan kulit dengan mukosa, agar bekas irisan dapat menyatu dan cepat kering. Benang yang digunakan adalah jenis benang yang absorbsable (benang yang bisa diserap) sehingga tidak perlu dilakukan pengambilan jahitan. Pada beberapa teknik khitan ada yang tidak memerlukan penjahitan.

6. Pembalutan Luka

Pembalutan luka setelah khitan bertujuan untuk melindungi luka operasi dari kontaminasi. Bagi sebagian dokter, ada yang tidak melakukan pembalutan pasca khitan dengan tujuan agar evaporasi berlangsung lebih baik sehingga luka cepat kering.

Luka setelah khitan adalah luka yang rawan infeksi, sebab pada umumnya yang dikhitan adalah anak-anak yang biasanya belum mampu menjaga kebersihan dengan baik dan luka khitan sering tersiram air setelah buang air kecil yang menyebabkan terbawanya kuman oleh air sehingga luka sukar kering. Oleh karena itu jika diperkirakan anak yang dikhitan sulit memelihara kebersihan, maka luka pasca khitan sebaiknya dibalut. Keuntungan dan kerugian ini ini harus benar-benar perlu dipertimbangkan karena infeksi dapat terjadi. Secara ringkas keuntugan dan kerugian antara yang dibalut dan tidak, dapat dilihat pada tabel berikut :

Keuntungan Kerugian Perawatan Luka Khitan

Keuntungan Dibalut

  • Terhindar dari kontaminasi
  • Luka tidak tergesek celana, baik untuk anak kecil yang aktif

Kerugian Dibalut

  • Bila balutan basah agak lama kering
  • Komplikasi tidak segera terlihat
  • Kesulitan dan nyeri ketika melepas karena balutan kering

Keuntungan Tidak dibalut

  • Luka lebih cepat kering
  • Komplikasi segera terlihat

Kerugian Tidak Dibalut

  • Perlindungan terhadap infeksi kurang
  • Rasa nyeri akibat tergesek celana/sarung

7. Perawatan Pasca Khitan

Setelah khitan, perlu perawatan yang tepat agar penyembuhan berlangsung cepat dan tidak terjadi komplikasi. Luka operasi harus tetap kering, minimal selama tiga hari untuk menghindari kontaminasi. Kesulitan yang sering dialami adalah tersiramnya luka setelah buang air kecil. Perawatan untuk mencegah infeksi adalah dengan pemberian povidon iodin 10% (betadine). Hal yang perlu diperhatikan setelah khitan adalah :

  • Anak jangan terlalu aktif, kurangi aktivitas yang berat
  • Luka jangan terkena air, air kencing, debu, atau kotoran lainnya
  • Usahakan agar balutan tetap kering
  • Segera kontrol jika terjadi komplikasi, misalnya penis menjadi bengkak, berdarah, nyeri yang hebat, atau tidak bisa kencing, atau anak mengalami demam.

Dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi dan obat untuk meredakan nyeri setelah khitan. Tidak ada makanan dan minuman yang harus dipantang setelah khitan. Jika tidak ada alergi terhadap makanan sebelumnya maka setelah khitan pun tidak ada pantangan khusus.

Demikianlah penjelasan singkat tentang proses khitan. Hal ini perlu dipahami oleh orang tua dan perlu diinformasikan kepada anak yang akan dikhitan. Dengan mengetahui proses yang akan dialami, anak akan menjadi lebih siap mental sehingga dapat memperlancar proses pelaksanaan khitan.

Bagaimana Proses Ketika Khitan atau Sunat | Kaumhawa | 4.5

Berita Lainnya