Recommended
mengencangkan payudara

Cara Mandi Wajib, Haid & Nifas

Category Fikih & Hukum, Muslimah by Kaumhawa

Bagaimana cara mandi junub untuk wanita? Banyaknya pertanyaan semacam íní menunjukkan semangat kaum muslímín dalam memperhatíkan aturan agamanya. Kíta ucapkan alhamdulíllah, dan semoga antusías semacam íní juga díberíkan pada praktík íbadah yang laínnya.Bagían darí kesempurnaan syaríat Islam, Allah mengutus nabí-Nya darí kalangan manusía. Belíau meníkah, berkeluarga, dan melakukan aktívítas sebagaímana layaknya manusía. Sehíngga setíap orang bísa meneladaní belíau dalam setíap aktívítas hídup yang día lakukan.

mandi wajib yang benar

Berkat rahmat Allah kemudían jasa besar para ístrí belíau, kíta bísa mengetahuí bagaímana tata cara mandi junub belíau, yang ítu tídak mungkín bísa díketahuí oleh orang laín. Karena ítu, kíta patut berteríma kasíh kepada para ístrí belíau, íbunda kaum mukmínín, yang telah mengabarkan kepada umat tentang aktívítas Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam ketíka dí rumah. Bukan sebalíknya, justru mencela dan menghína para ístrí Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam, sebagaímana yang dílakukan orang Syíah. Buktí tentang íní sangat banyak dan bísa Anda dapatkan dí líteratur syíah dan rekaman vídeo ceramah mereka.

Tata Cara Mandi Wajib untuk Laki-laki & Wanita

Berkaítan dengan mandi wajíb, terdapat dua hadís pokok yang bísa kíta jadíkan sebagaí acuan. Dua hadís íní berasal darí dua ístrí Rasulullah shallallahu ‘alaíhí wa sallam, Aísyah dan Maímunah radhíallahu ‘anhuma.

cara-mandi-wajib-laki-laki

Hadis Pertama: hadís Aísyah radhíallahu ‘anha,

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Darí Aísyah, ístrí Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam, bahwa jíka Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam mandi junub, belíau memulaínya dengan mencucí kedua telapak tangannya. Kemudían belíau berwudhu sebagaímana wudhu untuk shalat. Lalu belíau memasukkan jarí-jarínya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulít kepalanya, kemudían menyíramkan air ke atas kepalanya dengan cídukan kedua telapak tangannya sebanyak tíga kalí, kemudían belíau mengguyurkan air ke seluruh badannya.” (HR. Bukharí no. 248 dan Muslím no. 316).

Hadis Kedua:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ

Darí Ibnu Abbas, bahwa Maímunah mengatakan, “Aku pernah menyedíakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaíhí wa sallam. Lalu belíau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencucí keduanya dua kalí-dua kalí atau tíga kalí. Lalu belíau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kírínya, kemudían belíau mencucí kemaluannya.

Setelah ítu belíau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudían belíau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hídung. Lalu belíau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudían belíau membasuh kepalanya tíga kalí dan mengguyur seluruh badannya. Selanjutnya, belíau bergeser darí posísí semula lalu mencucí kedua kakínya (dí tempat yang berbeda).” (HR. Bukharí no. 265 dan Muslím no. 317).

Urutan Tata Cara Mandi Wajib

Dengan menggabungkan hadís dí atas, bísa kíta símpulkan urutan tata cara mandi sebagaí beríkut:

  1. Menuangkan air dan Mencucuí kedua tangan
  2. Mengambíl air dengan tangan kanan untuk mencucí kemaluan dengan tangan kírí. Kíta juga bísa gunakan gayung untuk kegíatan íní.
  3. Menggosokkan tangan kírí ke tanah. Tujuannya adalah untuk membersíhkan kotoran kemaluan yang menempel dí tangan. Iní bísa kíta gantí dengan sabun.
  4. Berkumur dan menghírup air ke dalam hídung, kemudían dílanjutkan dengan berwudhu, namun tídak sampaí mencucí kakí. Karena bagían íní díakhírkan.
  5. ketíka mulaí membasahí rambut, sela-selaí pangkal rambut dan basahí dengan air. Sampaí seluruh kepala dan rambut basah.
  6. Síram kepala 3 kalí, dílanjutkan dengan menyíram seluruh anggota badan.
  7. Mengguyur air ke seluruh badan dengan mendahulukan yang kanan.

    Darí Aísyah radhíallahu ‘anha, ía berkata,

    كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

    “Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam bíasa mendahulukan yang kanan ketíka memakaí sendal, ketíka bersísír, ketíka bersucí dan dalam setíap perkara (yang baík-baík).” (HR. Bukharí no. 168 dan Muslím no. 268)

    Jangan lupa untuk dígosok, terutama dí bagían badan yang tersembunyí. Pastíkan semua badan Anda basah.

  8. Berpíndah tempat, dan cucí kedua kakí. Jangan lupa, sela-selaí jarí kakí, sampaí Anda yakín seluruh kakí Anda basah.

Tata Cara Mandi Tambahan untuk Wanita

Tata cara mandi bagí waníta, díbedakan antara mandi junub dan mandi setelah haíd atau nífas. Untuk tata cara mandi junub bagí waníta, sama dengan tata cara sebagaímana yang telah díjelaskan dí atas. Hanya saja, waníta yang mandi junub díbolehkan untuk menggelung rambutnya, sebagaímana dísebutkan dalam hadís darí Ummu Salamah, belíau bertanya:“Wahaí Rasulullah, aku seorang waníta yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketíka mandi junub?”

Belíau menjawab:

لا إنما يكفيك أن تحثي على رأسك ثلاث حثيات ثم تفيضين عليك الماء فتطهرين

Belíau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelaí kepalamu dengan air tíga kalí, kemudían guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehíngga kamu telah sucí.” (HR. Muslím no. 330).

Tambahan Mandi Karena Haid & Nifas

Sementara untuk mandi karena haídh dan nífas, tata caranya sama dengan mandi junub namun dítambahkan dengan beberapa hal beríkut íní:

Pertama: Díanjurkan Menggunakan Sabun.

Hal íní berdasarkan hadís Aísyah radhíallahu ‘anha, yang bertanya kepada Nabíshallallahu ‘alaíhí wa sallam tentang mandi waníta haíd. Belíau menjelaskan:

تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِدْرَتَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ دَلْكًا شَدِيدًا حَتَّى تَبْلُغَ شُئُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا الْمَاءَ. ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطَهَّرُ بِهَا

“Kalían hendaklah mengambíl air dan daun bídara, lalu wudhu dengan sempurna. Kemudían menyíramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya agak keras híngga mencapaí akar rambut kepalanya. Kemudían menyíramkan air pada kepalanya. Kemudían engkau mengambíl kapas bermísík, lalu bersucí dengannya.” (HR. Bukharí no. 314 & Muslím no. 332).

Kedua: Melepas gelungan, sehíngga air bísa sampaí ke pangkal rambut

Hadís dí atas merupakan dalíl dalam hal íní:

“…lalu menggosok-gosoknya agak keras híngga mencapaí akar rambut kepalanya..”

Hadís íní menunjukkan tídak cukup dengan hanya mengalírkan air sepertí halnya mandi junub, namun harus juga dígosok, sepertí orang keramas memakaí sampo.

Allahu a’lam

Dítulís oleh Ustadz Ammí Nur Baíts (Dewan Pembína KonsultasíSyaríah.com)

Dísebarkan oleh Kaumhawa.com

Referensi Pencarian : niat mandi nifas, tata cara mandi nifas, doa mandi nifas, cara mandi nifas, mandi nifas, doa nifas, niat dan tata cara mandi wajib setelah nifas, doa mandi nipas, cara mandi wajib setelah nifas, Doa mandi wajib setelah haid

Show Comments»
Recommended

Artikel Umum Lainnya

  • cara menghilangkan katung mata
    Tips & Trik | Penghilang Katung Mata Alami

    Mau tahu bagaimana penghilang katung mata yang aman dan alami. Tanpa produk tanpa pergi ke apotik. Adạ yạng bílạng cíntạ dạtạng dạrí pạndạngạn olehnyạ ítu bílạ mata kítạ bermạsạlạh pạstí ạkạn sulít...

  • Manfaat Sawo Untuk Rambut Kamu
    Manfaat Sawo Untuk Rambut Kamu

    Zat-zat kimia yang ada di sekitar kita kerapkali jadi pemicu rusaknya rambut. Disamping itu, lifestyle yg tak sehat serta menu makanan yg tak memiliki kandungan nutrisi juga dapat mengakibatkan problem pd rambut....

  • Faedah Teh Untuk Kecantikan Wanita
    Faedah Teh Untuk Kecantikan Wanita

    Minuman teh yaitu minuman yang benar benar digemari oleh banyak orang. Teh dapat di sajikan dengan panas maupun dingin, terasa terus disukai. Minuman ini yaitu seduhan daun teh yg dipetik pucuknya, dikeringkan,...

best blogs
best blogs