Recommended
mengencangkan payudara

Pendidikan Aqidah Anak Usia Dini

Category Keluarga, Parenting by Kaumhawa

pendidikan aqidah anak usia diniPentingnya pendidikan aqidah anak usia dini untuk putra putri kita. Aqidah islami memiliki enam pokok keimanan atau biasa kita sebut rukun iman. 6 Rukun iman tersebut yaitu beriman pada Allah SWT, iman pada malaikatnya, iman pada kitabNya, iman kepada RasulNya, beriman pada yaumul akhir serta beriman pada qadha’ serta qadar baik ataupun jelek, yang menjadi masalah adalah semua itu adalah hal gaib. Jadi keimanan bukan hal zahir atau bisa dilihat, lalu bagaimana cara kita mengajari anak kita pendidikan aqidah sejak dini?

Tidak semua orang tua atau bahkan kita akan kebingungan bagaimana cara menyampaikan pendidikan aqidah anak usia dini. Sebagai orang tua tentu kita memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan terbaik utnuk anak kita. Jadi tak pelak jika kita mengabaikan hal ini. Tentu kita akan menginginkan putra putri kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Untuk memberikan bekal pendidikan ini ada beberapa pilar untuk mengajarkan pendidikan  aqidah anak usia dini. Tidak ada yang sempurna bahkan oleh para profesor anak sekalipun melainkan pendidikan yang diajarkan junjungan kita Nabi Agung Muhammad shalallahu’alaihi wassalam. Ada 5 pilar penting yang di ajarkan Rasul berkaitan dengan cara bergaul/komunikasi dengan anak-anak.

5 Pilar Pendidikan Aqidah Anak Usia Dini

- Mendiktekan kalimah tauhid kepada anak
- Mengadakan Allah dalam kehidupan
- Mencintai nabi, sahabat dan keluarga Beliau
- Mengajarkan AlQuran sejak dini
- Menanamkan aqidah dan pengorbanan

Mendiktekan Kalimah Tauhid kepada Anak

Dari ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Ajạrkạn kạlímạt lạạílạhạ íllạllạh kepạdạ ạnạk-ạnạk kạlíạn sebạgạí kạlímạt pertạmạ dạn tuntunkạnlạh merekạ mengucạpkạn kạlímạt lạạ ílạhạ íllạllạh ketíkạ menjelạng mạtí.” (Hadist Riwayat Hakim).

Pendidikan aqidah anak usia dini Sebuah riwayat dari Abdurrazaq bahwa zaman dulu para sahabat mengajarkan secara fasih dan pertama kali kalimah laa ilaha illallah. Kalimah ini harus dapat diucapkan secara fasih oleh anak sebanyak 7 kali. Sehingga ketika mulai belajar berbicara kalimah laa ilaha illallah inilah yang pertama dapat mereka sebutkan. Subhanallah, semoga kita termasuk sebagai orang tua yang mampu mencontohnya. Aamiin.

Dalam kitab Ahkam Al-Maulud dari Ibnu Qayyim menyebutkan, “Díạwạl wạktu sạạt dímạnạ ạnạk-ạnạk mulạí dạpạt bícạrạ(bíạsạnyạ kạtạ nạ..nạ.nạ ạtạu tạ..tạ..tạ..). Sebạíknyạ mendíktekạn pạdạ merekạ kạtạ-kạtạ lạạ ílạhạ íllạ llạh muhạmmạdurrạsulullạh. Sertạ sebạíknyạ suạtu hạl yạng pertạmạ kạlí dídengạr oleh telíngạ merekạ yạítu lạạ ílạhạ íllạllạh (mengenạlkạn Allạh SWT) sertạ mentạuhídkạnNyạ (tíạdạ tuhạn selạín Díạ). Jugạ díạjạrkạn pạdạ merekạ bạhwạ Allạh senạntíạsạ bersemạyạm díạtạs sínggạsạnạNyạ yạng selạlu mengạmạtí sertạ mendengạr perkạtạạạn merekạ, dímạnạpun merekạ berạdạ”.

Rasulullah SAW mewasiatkan kepada Mu’adz RA sebagaimana yang disebutkan dalam hadits :
Nạfkạhkạnlạh keluạrgạmu sesuạí dengạn kemạmpuạnmu. Jạngạnlạh kạmu ạngkạt tongkạtmu dí hạdạpạn merekạ dạn tạnạmkạnlạh kepạdạ merekạ rạsạ tạkut kepạdạ Allạh.” (Hadist Riwayat Ibnu Majah, Imam Ahmad, dan Adabul Mufrad).

Saat Rasulullah SAW mendapatkan wahyu di awal kenabiannya, Beliau tidak pernah mengenyampingkan target dakwahnya kepada anak-anak. Taukah bunda umur berapakah Ali bin Abi Thalib diseru oleh Rasulullah SAW? Saat itu umur Sayidina Ali belum genap 10 tahun. Rasul mengajaknya untuk beriman pada Allah SWT dan akhirnya Sayidina Ali memenuhinya. Bahkan Sayidina Ali menemani Rasul ke lembah Mekkah untuk melaksanakan Shalat secara sembunyi-sembunyi. Hingga ayah dan keluarga Sayidina Ali tidak mengetahuinya.

Zaid bin Haritsah adalah orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan budak. Zaid adalah tawanan perang yang dibawa oleh Hakim bin Hazim (paman Khadijah) dari Syam. Kemudian dia diambil oleh Khadijah sebagai seorang pembantu. Kemudian oleh Rasulullah Zaid dimerdekakan dan diadopsi sebagai anak angkat, lalu mengajarkan padanya islam.

Rasulullah SAW memfokuskan dakwah beliau pada anak-anak pendidikan aqidah usia dini. Beliau menjaga, mengajarkan dan mendoakan mereka agar kelak menjadi tameng kuat bagi Islam.

Ini adalah buah pendidikan yang sengaja diajarkan Rasulullah SAW pada putra putri yang tengah tumbuh berkembang supaya jadi para pemimpin dimasa depan serta jadi pendiri kaum islam yang baru.

Ini merupakan pendidikan aqidah usia dini kepada generasi-generasi berikutnya. Tanamkan kebaikan dan jatidiri muslim atau muslimah kepada anak usia dini agar menjadi pemimpin-pemimpin masa depan atau istri-istri sholehah bagi pemimpin tersebut.

Bersambung..

Referensi Pencarian : kata -kata islami, cara mengajarkan aqidah pada anak, aqidah untuk anak, pendidikan anak sesuai umur, pendidikan akidah pada anak, pelajaran anak anak masalah aqidah, mengajari anak sesuai akidah, menyampaikan materi tauhid ke anak-anak, materi aqidah islam untuk anak, Materi aqidah untuk anak

Show Comments»
Recommended

Artikel Umum Lainnya

  • polemik menentukan awal puasa ramadhan
    Polemik Penentuan Awal Ramadhan

    Bísmíllah was shalatu was salamu ‘ala rasulíllah, amma ba’du, Telah menjadí agenda tahunan bangsa índonesía, polemík penentuan awal ramadhan atau awal bulan syawal. Hampír tídak kíta jumpaí, kaum muslímín melakukan puasa atau...

  • Manfaat Teh Hijau Untuk Kecantikan
    Manfaat Teh Hijau Untuk Kecantikan

    Sudah sejak lama, teh hijau jadi bahan untuk kecantikan serta penyembuhan dengan cara alami. Bahannya gampang didapati serta tergolong murah. Anda tidak butuh susah-susah mencarinya di karenakan telah dijual dlm kemasan dng...

  • 5 Perlengkapan Wajib Untuk Anak Di Saat Musim Hujan
    5 Perlengkapan Wajib Untuk Anak Di Saat Musim Hujan

    Pilek, batuk, flu, demam, diare serta masuk angin adalah ciri khas penyakit di musim hujan, kerapkali penyakit khas itu bikin ketidaknyamanan pada balita anda serta tidak tidak sering menyebabkan keadaan kesehatan anak...

best blogs
best blogs