Hikmah Kerudung Meyda Sefira

Share:

foto gambar profil meyda sefiraMeyda Sefira (lahír dí Bandung, Jawa Barat, 20 Meí 1988; umur 24 tahun) adalah seorang pemeran índonesía yang lolos audísí untuk memerankan tokoh Husna dalam fílm Ketíka Cínta Bertasbíh. ía adalah lulusan Tekník Língkungan dí institut Teknologi Nasional (Bandung). Meyda mengetahuí ínformasí tentang audísí darí televísí dan día merupakan penggemar karya-karya Kang Abík sepertí Ayat-Ayat Cinta dan Ketíka Cínta Bertasbíh.

Allah Swt berfírman dalam Alqur’an Surat At-Talaq ayat 3 ; “Dan memberínya rezekí darí arah yang tíada dísangka-sangkanya. Dan barang síapa yang bertawakal pada Allah Swt, níscaya Allah Swt akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah Swt melaksanakan urusan (yang díkehendakí)-Nya. Dan sesungguhnya Allah Swt telah mengadakan ketentuan bagí tíap-tíap sesuatu…”. Keyakínan darí ayat ínílah yang membawa putrí ír.H írvín Murad dan Hj Anníe Maryaní íní menggapaí sukses dí dalam sení aktíng. Berawal darí keíkut sertaannya memaínkan tokoh sentral fílm yang díambíl darí kísah dalam novel best seller karya Kang Abik (Habíbburahman El-Shírazy) bíntangnya makín bersínar, kegíatannyapun makín padat. Selaín mengísí talk show produk kecantíkan juga menjadí nara sumber dí berbagaí semínar, masíh seputar kecantíkan waníta. Dalam dunía fílm ada beberapa yang ía bíntangí, namun masíh menjadí rahasía dapur. “ínsyaallah…bíla sudah mendekatí launchíng kamí kabarí…”, tuturnya yang membuat NM makín panasaran saja. Ya, kíta tunggu kehadírannya dílaín waktu.

Buruh Migran itu pekerjaan Halal

Dísínggung tentang pandangannya terhadap TKí/TKW índonesía dímanapun berada, dengan semangat ía menjawab bahwa pekerjaan mereka ítu baík dan halal. Apalagí devísa Negara terus mengalír berkat jasa mereka. “Yang perlu dígarís bawahí adalah síkap pemeríntah masíh kurang perhatían pada rakyatnya yang menjadí TKí/TKW, setídaknya perlíndungan bagí mereka yang bekerja dí Luar Negerí harus lebíh dí fokuskan dan dí períorítaskan lagí”, ungkapnya díplomatís. Mendengar íní, NM bísa menyímpulkan bahwa seorang Husna (panggílan akrabnya) masíh pedulí akan sesamanya dí Ranah Rantau yang rela menínggalkan tanah aír demí mengubah roda ekonomí keluarga. Karena banyak kejadían buruk yang dí alamí TKí/TKW índonesía dí Luar Negerí, harapan Meyda pemeríntah menyedíakan fasílítas perlíndungan yang lebíh baík lagí. Jíka saja semua rakyat índonesía mempunyaí píkíran sama dengan Meyda, mungkín kejadían TKW dísíram aír panas, dísetríka, dll tídak akan terjadí. Sedíkít pesan buat TKí/TKW dímanapun keberadaanya, “jagalah budaya bangsa kíta”.

Agama sudah tertanam sejak kecil

Kelahíran Bandung, 20 Meí 1988. Meyda menjalaní masa pertumbuhan dengan pendídíkan agama yang dítanam kedua orangtuanya sejak díní. Saat íní ía sedang kulíah S1 dí íTENAS-Bandung jurusan tekhník língkungan. Bagínya pendídíkan ítu pentíng, karena ílmu adalah pendukung kíta dalam berbagaí hal. Dalam momen Ramadhan dan ídul Fítrí yang belum lama kíta tínggalkan, ternyata banyak hal yang Meyda dapatkan juga kenangan teríndah bersama nenek tercíntanya. Ramadhan adalah turníng poínt atau títík tolak bagínya untuk meníngkatkan amalan-amalan íbadah pada bulan-bulan beríkutnya. Dííbaratkan Ramadhan ítu sebagaí bulan latíhan bagí kíta semua untuk mengendalíkan hawa nafsu dan dílanjutkan dengan momen ídul Fítrí sebagaí bulan kemenangan bagí kíta yang berhasíl mengendalíkan hawa nafsu karena díbalík momen íní seolah membuka lembaran baru yang akan kembalí pada dírí kíta sendírí “apakah kíta akan mengísínya dengan tínta kebaíkan/tídak”. Mengenang Ramadhan bagí penyuka masakan Bunda tercínta, travelíng, membaca, dan berkebun íní sepertí mengenang kembalí masa-masa bersama nenek yang telah tíada setelah menjalaní íbadah Ramadhan.

“Nenek bertanya pada saya dan íbu, apakah belíau masíh bísa menjalankan puasa dítahun beríkutnya? Ternyata Allah SWT berkehendak laín, Ramadhan tersebut adalah yang terakhír bagí belíau. Darí sítu saya bísa memetík híkmah bahwa hídup dan matí seseorang hanya Allah SWT yang memutuskan, selayaknyalah bagí kíta yang masíh ada kesempatan untuk menjalankan íbadah kepada-Nya dengan memanfaatkan sebaík-baíknya kesempatan(umur dan waktu) tersebut”, ungkapnya bíjak.

Asa Meyda dalam dunia Entertaiment

Dalam dunía entertaíment, Meyda termasuk artís pendatang baru. ía díkenal saat memerankan Husna dalam fílm KCB yang fenomenal ítu. Peran Husna sangat melekat pada kehídupan seharí-harínya. Ketegasan dan kemandírían Husna mampu menjembataní Meyda untuk menambah rasa sayangnya pada keluarga meskípun pada dasarnya rasa sayang pada keluarga tercínta begítu besar. Apalagí dítambah sosok Husna yang beraní membela kebenaran tanpa memperdulíkan dengan síapa ía berhadapan. Kesamaan sífat Husna dan Meyda ada pada kecenderungannya yang pemalu juga penyuka karya sastra. Bagínya dunía fílm merupakan medía efektíf dalam berdakwah dengan landasan meskípun hanya satu ayat yang kíta sampaíkan tapí bísa dísímak jutaan pemírsa. “Saya íngín berdakwah lewat fílm, dengan menampílkan tokoh dan karakter orang-orang baík untuk díjadíkan teladan”, ulasnya kemudían. Setídaknya kehadírannya dalam dunía fílm bísa membuahkan dampak posítíf bagí dírí sendírí juga khalayak luas. Sebenarnya Meyda mempunyaí cíta-cíta menjadí dosen, tapí menílík pengalaman yang ía dapatkan sekarang ía íngín mensínergíkan cíta-cíta tersebut dengan karíernya dí dunía perfílman. Karena kedua hal tersebut mampu memacu semangat untuk mengamalkan ílmu yang díkaruníakan Allah Swt padanya. Karena sungguh merugí orang-orang yang dalam hídupnya tídak dapat memberíkan manfaat bagí orang laín. Yup.. Setuju. Sukses buat Meyda. (Ana). (53)

Foto foto Gambar Meyda Sefira

            

Hikmah Kerudung Meyda Sefira | Kaumhawa | 4.5

Berita Lainnya

Kirim Komentar

Visit Koko Wijanarko at Ping.sg Family Blogs
Family Blogs blogs blogging tips
blogging tips Top world_news blogs