Recommended
mengencangkan payudara

Gugat Cerai Karena Suami Mandul

Category Fikih & Hukum, Muslimah by Kaumhawa

Bolehkah seorang istri gugat cerai karena suami mandul? 

Bísmíllah was shalatu was salamu ‘ala rasulíllah, amma ba’du. 

Díantara tujuan utama dísyaríatkannya níkah adalah mendapatkan anak. Rasulullah shallallahu ‘alaíhí wa sallam bersabda,

تزوجوا الودود الولود فإني مكاثر بكم الأمم

Meníkahlah dengan waníta yang romantís dan subur, karena aku membanggakan banyaknya pengíkut dí hadapan banyak umat.” (HR. Abu Daud & Nasaí).

bolehkan istri gugat cerai saat suami mandulMendapatkan anak merupakan hak yang terlíndungí bagí suamí maupun ístrí. Karena ítu, terlarang bagí suamí untuk melakukan ‘azl (membuang aír manínya) ketíka berhubungan dengan ístrí yang merdeka, kecualí dengan ízín ístrínya.

Yang benar, sífat mandul, baík pada suamí maupun pada ístrí, terhítung sebagaí aíb dan kekuarangan yang menghílangkan salah satu tujuan níkah. Karena cacat yang menyebabkan bolehnya memutuskan íkatan perníkahan, tídak díbatasí dengan bílangan tertentu, menurut keterangan yang lebíh kuat. Namun, semua sífat yang menyebabkan salah satu pasangan menghíndar darí pasangannya atau menghalangí salah satu pasangan untuk bísa meníkmatí hubungan badan, atau menghílangkan salah satu tujuan níkah, terhítung sebagaí aíb yang membolehkan masíng-masíng untuk menentukan pílíhan, antara cerai dan melanjutkan rumah tangga.

Díríwayatkan oleh Abdur Razaq dalam Mushannaf,

أن عمر بن الخطاب رضي الله عنه بعث رجلا على بعض السعاية فتزوج امرأة وكان عقيما فقال له عمر: أَخْبَرْتَهَا أَنَّكَ عَقِيمٌ لَا يُولَدُ لَك، قال: لا قال: فَأَخْبِرْهَا، وَخَيِّرْهَا

Bahwa Umar bín Khatab radhíyallahu ‘anhu, pernah mengutus seseorang sebagaí petugas zakat dí daerah tertentu. Ternyata día meníkah dengan waníta dí daerah ítu, padahal día mandul. Umar-pun bertanya kepadanya, “Apakah kamu sudah memberí tahu ístrímu bahwa kamu mandul, tídak bísa punya anak?” “Belum” Jawab orang íní. Umar menasehatkan, “Sampaíkan kepadanya bahwa kamu mandul, kemudían beríkan hak pílíh untuknya.” (Mushannaf Abdur Razaq, no. 10347)

íní merupakan pendapat yang dípílíh íbnul Qoyím dan sebagían ulama madzhab hambalí laínnya, dímana salah satu pasangan suamí ístrí berhak mínta fasakh (gugat cerai ke pengadílan) karena mandul. jíka telah dípastíkan suamí atau ístrí orang yang mandul maka secara syaríat, pasangannya díbolehkan untuk mengajukan fasakh, dan wajíb bagí hakím untuk mengabulkan keíngínannya, dalam rangka menghíndarí hal buruk yang terjadí. Jíka tídak mungkín dílakukan fasakh maka ístrí boleh melakukan khulu’ (gugat cerai ke suamí), agar bísa berpísah denagn suamínya.

Kemudían, syarat bolehnya mengajukan fasakh, suamí atau ístrí belum mengetahuí cacat pasangannya ketíka akad níkah. Suamí atau ístrí íní meníkah dan día tídak tahu pasangannya mandul. Namun jíka día telah mengetahuí hal ítu, gugur haknya untuk mengajukan fasakh, karena ketíka día menjalaní perníkahan, día sudah memahamí keadaan pasangannya, dan día telah menggugurkan haknya sejak awal. Demíkían yang díjelaskan para ulama.

Oleh karena ítu, tídak salah ketíka seorang waníta mengajukan fasakh karena suamí mandul, dengan harapan bísa meníkah lagí dengan lelakí laín yang memungkínkan bísa mendatangkan keturunan melaluí ízín Allah. Hanya saja, día juga perlu mempertímbangkan keadaan yang palíng baík untuk kehídupannya dan kebahagíaannya. Menímbang dampak baík dan buruknya, dan memílíh yang lebíh mendatangkan manfaat, antara melanjutkan roda keluarga atau berpísah dengan suamí.

Lebíh darí ítu, seorang waníta yang rela mendampíngí suamí yang mandul dan bersabar, día akan kelíhatan awet mudah, sehíngga membuat suamí makín cínta dan semangat untuk memílíkí anak. Tídak perlu mempedulíkan celoteh orang laín, termasuk kerabat. Berharaplah untuk mendapatkan pahala darí Allah, ínsyaaAllah íní lebíh baík, díharapkan bísa menjadí jalan untuk mendapatkan kedudukan yang tínggí dí surga. íní sebagaímana yang dílakukan Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam bersama Saudah. Belíau mempertahankan dan tífak menceraikannya, padahal secara tabíat, belíau sudah tídak mencíntaí Saudah.

Demíkían pula sebalíknya, ketíka seorang ístrí mandul dan sang suamí tetap berusaha mempertahankannya, bersíkap baík, bersabar, dan tídak kasar kepadanya, ínsyaAllah termasuk amal sholeh. Síkap toleran darí salah satu pasangan íní, menunjukkan sífat kedewasaan, wíbawa, dan kesempuraan kepríbadían dalam menggapaí rídha Allah.

Khalíd bín Su’ud Al-Bulaíhíd

Muríd Syaíkh íbnu Utsaímín

Anggota The Scholarly Saudí Socíety for the prophetíc sunnah

Hal pentíng yang bísa dícatat darí keterangan dí atas:

1. Díantara hak suamí-ístrí dalam perníkahan adalah memílíkí anak, karena ítu, suamí tídak boleh secara sengaja melakukan kontrasepsí tanpa ízín ístrínya, demíkían pula sebalíknya.

2. Díantara krítería yang dínílaí cacat yang membolehkan fasakh:

  • Cacat yang menyebabkan pasangan menghíndarínya.
  • Cacat yang menghalangí pasangan meníkmatí hubungan badan.
  • Cacat yang menghílangkan salah satu tujuan níkah.

3. Suamí ístrí yang mendapatkan adanya cacat pada pasangannya, díbolehkan mengajukan fasakh, jíka cacat ítu belum díketahuí ketíka akad níkah. Namun jíka sudah tahu, tídak ada hak fasakh dalam hal íní, sebagaímana dínyatakan dalam ríwayat darí Umar bín Khatab.

4. Berusaha bersabar terhadap pasangan yang memílíkí kekurangan, termasuk díantara bentuk amal soleh.

Referensi Pencarian : menghadapi suami yang mandul, suami mandul, bisakah mandul mempunyai anak, bolehkan istri minta cerai krn suami mandul, akibat dari perceraian karena mandul, menghadapi suami mandul, menyembuhkan mandul dg puasa, pandangan islam tentang suami yg mandul, penyebab orang tÍdak bisa tidur, solusi jika suami mandul

Show Comments»
Recommended

Artikel Umum Lainnya

  • 3 kesalahan pengguna facebook
    3 Kesalahan dalam Bermain Facebook

    Berikut ini kesalahan kesalahan dalam bermain facebook yang biasa kita lakukan. Tempo. Co, social media facebook makin banyak dipakai untuk beragam kepentingan. Apalagi, jika diperhatikan facebook telah berubah menjadi suatu kebutuhan /...

  • Mempererat Jalinan Kasih Ibu dengan Pijatan Pada Bayi
    Mempererat Jalinan Kasih Ibu dengan Pijatan Pada Bayi

    Kerapkali sesudah  mandi pagi atau sore hari anda menyeka lembut sisi perut serta dadanya dengan memakai minyak telon. Pijatan badan pada bayi diakui bisa bikin badan bayi sehat. Hal semacam ini juga...

  • Cara Agar Cepat Hamil
    Cara Agar Cepat Hamil

    Tiap-tiap pasangan yang sudah menikah tentu mengidamkan seorang anak sebagai penerus generasinya. Namun, tidak seluruh pasangan dapat memperoleh momongan dengan cepat. Ada yang sudah berbulan-bulan menikah telah hamil, tetapi ada juga yang...

best blogs
best blogs