6 Alasan Asupan Tinggi Protein Berbahaya - Kaumhawa.com

6 Alasan Asupan Tinggi Protein Berbahaya untuk Kesehatan

Share:

6 Alasan Asupan Protein Berbahaya untuk Kesehatan

Hidup sehat merupakan keinginan semua orang. Untuk mewujudkannya maka manusia mengkonsumsi makanan yang bergizi salah satunya yang berprotein tinggi. Makanan berprotein tinggi yang dikonsumsi biasanya dari protein hewani yang didapat dari daging, telur dan susu.

Namun ternyata asupan tinggi  protein berbahaya untuk kesehatan. Makanan tinggi protein yang dibahas dibawah ini adalah protein hewani.  Ingin tau mengapa asupan tinggi protein berbahaya untuk kesehatan? Ingin tau mengapa asupan tinggi protein berbahaya untuk kesehatan?

1. Racun yang ada di daging merupakan tempat berkembang biaknya sel-sel kanker

6 Alasan Asupan Protein Berbahaya untuk Kesehatann

Setiap sel terkandung DNA (Deoxyribo Nucleic Acid), yaitu suatu zat kimia yang berisi peta tubuh dan fungsi-fungsinya.

Produk makanan yang berasal dari protein hewani dan pencernaan lemak yang berlebihan dapat merusak DNA dan mengubah sel-sel menjadi sel kanker. Kemudian sel-sel kanker berkembang biak dengan sendirinya. Sel-sel kanker berkembang dengan sangat cepat jika menyerang orang yang sel-sel darah putihnya rusak.

2. Protein menyebabkan reaksi alergi

6 Alasan Asupan Protein Berbahaya Makanan yang berprotein tinggi memerlukan waktu yang lebih lama diserap tubuh sabagai nutrisi. Protein yang belum diuraikan menjadi nutrisi ketika memasuki peredaran darah melalui dinding usus sebagai zat tak dikenal.

Sehingga tubuh beraksi terhadap zat tak dikenal tadi dengan menimbulkan reaksi alergi. Alergi protein seperti ini biasanya disebabkan susu dan telor. Hal ini sering terjadi pada anak kecil. Jadi tidak jarang jika kita menemui beberapa diantara kita, atau bahkan keluarga dan anak kecil sering alergi. Biasanya kita sering menemui mereka alergi terhadap makanan seafood atau telur.

3. Kelebihan protein menyebakan kerja hati dan ginjal lebih berat

Protein yang berlebih di dalam tubuh harus diuraikan untuk menjadi nutrisi yang kemudian diserap tubuh. Penguraiannya menyebabkan kerja hati dan ginjal lebih berat yang kemudian sisa penguraian dikeluarkan menjadi urine/kencing. Jika hal ini berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

4. Penyebab defisiensi kalsium dan osteoporosis

Ketika asam amino dibentuk tubuh dalam jumlah yang banyak. Darah menjadi asam dan membutuhkan kalsium untuk menetralisasikannya. Dengan demikian konsumsi proteiin yang tinggi mnyebabkan berkurangnya kalsium. Apalagi kadar fosfor yang terdapat di daging sangat tinggi. Makanan yang mengandung banyak fosfor akan menyebabkan tubuh mengambil kalsium dari tulang dan gigi. Inilah yang menyebabkan masyarakat di negara yang memiliki kebiasaan makan protein tinggi hewani menderita osteoporosis padahal makanan mereka sangat bergizi.

5. Menyebabkan Kekurangan Energi

Untuk mencerna makanan dibutuhkan energi dalam jumlah besar. Protein yang berlebihan tidak akan dapat dicerna sepenuhnya. Protein yang tidak dicerna menyebabkan pembusukan. Kemudian menjadi zat-zat beracun. Untuk menghilangkan zat-zat beracun dibutuhkan energi yang sangat besar. Saat energi yang sangat besar digunakan, terbentuklah sejumlah radikal bebas. Radikal bebas inilah yang menjadi penyebab kanker, penyakit jantung, atau pun setidaknya mempercepat proses penuaan (penuaan dini).

6. Penyebab gelisah dan mudah marah pada anak-anak

6 Alasan Asupan Protein Berbahayaa

Makanan berdampak besar pada tingkah laku anak dan kemampuaannya beradaptasi. Ada kecenderungan mengonsumsi makanan olahan dalam jumlah besar di rumah, di sekolah. Kebanyakan makanan yang dikonsumsi adalah yang tinggi protein sebab anak dalam masa pertumbuhan.

Sebagian besar orang menganggap makanan yang tinggi protein adalah protein hewani yang berasal dari daging, telur dan susu. Protein hewani membutuhkan lebih banyak kalsium. Kekurangan kalsium akan mengganggu sistem saraf. Hal inilah yang menyebabkan gelisah dan mudah marah pada anak.

Setelah kita mengetahui bahaya mengonsumsi protein tinggi hendaknya kita mengubah pola makan. Kurangi asupan protein hewani. Mengganti protein hewani memperbanyak asupan protein nabati yang bisa diperoleh dari kedelai, kacang-kacangan, biji-bijian.

SUMBER : Hiromi Shinya, MD (Guru Besar Kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS)

Advertisement
6 Alasan Asupan Tinggi Protein Berbahaya untuk Kesehatan | Yanza | 4.5

Berita Lainnya

Visit Koko Wijanarko at Ping.sg